Tugas

Sabtu, 22 Maret 2014

CINTA DAN WAKTU


Alkisah di suatu pulau kecil tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak. Ada CINTA, KESEDIHAN, KEKAYAAN, KEGEMBIRAAN dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau tersebut. Semua penghuni mulai cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri masing-masing. CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik dan membasahi kaki CINTA. Tidak lama kemudian CINTA melihat KEKAYAAN sedang mengayuh perahu.
“KEKAYAAN, KEKAYAAN, tolong aku!” teriak CINTA.
“Aduh maaf CINTA, perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tidak dapat membawamu. Nanti perahuku tenggelam. Lagipula tidak ada tempat lagi bagimu di perahu ini,” kata KEKAYAAN.
Lalu KEKAYAAN cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. CINTA sedih sekali. Namun kemudian dilihatnya KEGEMBIRAAN lewat dengan perahunya.
“KEGEMBIRAAN, tolong aku!” teriak CINTA.
Namun KEGEMBIRAAN terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tidak mendengar teriakan CINTA. Air semakin tinggi membasahi CINTA sampai ke pinggang dan CINTA semakin panik. Tidak lama kemudian lewatlah KECANTIKAN.
“KECANTIKAN, bawalah aku bersamamu,” pinta CINTA.
“Wah CINTA, lihatlah kamu basah dan kotor! Aku tidak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini,” sahut KECANTIKAN.
CINTA sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu lewatlah KESEDIHAN.
“Wahai KESEDIHAN , bawalah aku bersamamu,!
“Maaf CINTA, aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja,” kata KESEDIHAN sambil terus mengayuh perahunya.
CINTA putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. Di saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara.
“CINTA, mari cepat naik ke perahuku.
CINTA menoleh ke arah suara tersebut dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat CINTA naik ke perahu itu tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat orang tua itu menurunkan CINTA. Dan segera pergi. Pada sat itu barulah CINTA sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya.CINTA segera menanyakan kepada seorang penduduk di pulau tersebut siapa sebenarnya orang tua tadi.
“Pak, siapakah orang tua yang tadi?” tanya CINTA.
“Oo orang tua yang tadi, dia adalah sang WAKTU,” jawab penduduk
“Tapi mengapa ia menyelamatkanku. Aku tidak mengenalnya. BAHKAN TEMAN-TEMAN yang MENGENALKU pun ENGGAN MENOLONGKU.”
CINTA heran dan penduduk itu menjawab:
HANYA WAKTULAH YANG TAU BERAPA NILAI SESUNGGUHNYA DARI CINTA ITU.

CLASSY PEOPLE:
BERAPAPUN BANYAK KEKAYAAN KITA, KECANTIKAN KITA, KEGEMBIRAAN KITA, DAN KESEDIHAN KITA ITU SEMUA TAK ADA GUNANYA, DAN HANYA WAKTULAH YANG DAPAT MEMUTAR SEMUANYA UNTUK DAPAT KITA MILIKI.

sumber : https://www.facebook.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar